Minggu, 21 Agustus 2011

Makalah Farmakologi


 

KATA PENGANTAR


Segala puji syukur senantiasa kami panjatkan atas kehadirat Tuhan YME, karena saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “KONSEP FARMAKOLOGI SECARA UMUM” dengan tepat waktu.
Makalah ini saya susun sebagaimana materi yang terdapat di dalam mata kuliah IKD IV. Materi tersebut saya ambil dari berbagai sumber dan beberapa situs dari internet. Dengan demikian, para pembaca bisa memperluas wawasannya, memahami dan mengaplikasikan isi makalah dalam kehidupan sehari-hari.
Saya berharap makalah ini bisa membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah IKD IV. Kritik dan saran yang membangun selalu saya harapkan dalam pembuatan makalah berikutnya. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dalam penyusunan makalah ini.













 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





DAFTAR ISI




 

Halaman Judul i

Kata Pengantar ii

Daftar Isi iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan Penulisan 1

D. Metode Penulisan 1

BAB II KONSEP FARMAKOLOGI SECARA UMUM

I.    Pengertian Farmakologi

II.   Defenisi dan Jenis Obat

 

III.  Penggolongan Obat

 

IV. Sediaan Obat

BAB III KESIMPULAN 11

DAFTAR PUSTAKA 12


 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

 

   A. Latar Belakang Masalah
Farmakologi bersaral dari kata pharmacon (obat) dan logos (ilmu pengetahuan). Farmakologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari obat dan cara kerjanya pada system biologis.
Farmakologi Klinik adalah ilmu farmakologi yang mempelajari pengaruh kondisi klinis pasien terhadap efikasi obat, misalkan kondisi hamil dan menyusui, neonates dan anak, geriatric, inefisiensi ginjal dan hepar.

   B. Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini penulis akan merumuskan tentang:
1. apa Pengertian konsep farmakologi ?
2. apa pengertian farmakodinamika ?
3. apa pengertian farmakokinetik ?
4. macam-macam Bentuk Obat dan Tujuan Penggunaannya ?

   C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang konsep dasar farmakologi secara umum.

   D. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah menggunakan metode pustaka yaitu penulis menggunakan media pustaka dalam penyusunan makalah ini.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



BAB II
KONSEP FARMAKOLOGI SECARA UMUM


PENGERTIAN FARMAKOLOGI

 

FARMAKOLOGI


Berasal dari kata (Yunani)

pharmakon : obat

Logia    : studi/ilmu

“Ilmu tentang obat”


Pada mulanya farmakologi mencakup berbagai pengetahuan tentang obat yang meliputi: sejarah, sumber, sifat-sifat fisika dan kimiawi, cara meracik, efek fisiologi dan biokimiawi, mekanisme kerja, absorpsi, distribusi, biotranformasi dan ekskresi, serta penggunaan obat untuk terapi dan tujuan lain.

           

Dewasa ini didefinisikan sebagai studi terintegrasi tentang sifat-sifat kimia dan organisme hidup serta segala aspek interaksi mereka.

Atau

Ilmu yang mempelajari interaksi obat dengan organisme hidup

 

 

 

FARMAKOKINETIKA


Studi tentang absorpsi, distribusi, dan biotransformasi serta eksresi (eliminasi)

Atau

Pengaruh organisme hidup terhadap obat

Atau

Penanganan obat oleh organisme hidup

 

 

 

FARMAKODINAMIKA

 

Studi tentang tempat dan mekanisme kerja serta efek fisiologik dan biokimiawi obat pada organisme hidup

Atau

Pengaruh obat terhadap organisme hidup

 

 

FARMAKOTERAPI

 

Merupakan cabang ilmu farmakologi yang mempelajari penggunaan obat untuk pencegahan dan menyembuhkan penyakit


 

FARMAKOGNOSI

Cabang ilmu farmakologi yang mempelajari sifat-sifat tumbuhan dan bahan lain yang merupakan sumber obat

 

 

KHEMOTERAPI

Cabang ilmu farmakologi yang mempelajari pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen termasuk pengobatan neoplasma

 

TOKSIKOLOGI

Ilmu yang mempelajari keracunan zat kimia termasuk obat, zat yang digunakan dalam rumah tangga, industri, maupun lingkungan hidup lain. Dalam cabang ini juga dipelajari cara pencegahan, pengenalan dan penanggulangan kasus-kasus keracunan

 

FARMASI

Suatu sistem yang memberikan pelayanan kesehatan dengan perhatian khusus pada pengetahuan tentang obat dan efeknya pada manusia dan hewan

 

 

 



 

DEFENISI dan JENIS OBAT

 


Definisi obat                

    Obat adalah zat kimia yang mempengaruhi proses kehidupan (Benet,1991)

    Obat adalah substansi yang digunakan untuk merubah atau menyelidiki sistem fisiologi atau patologi untuk keuntungan si penerimanya (WHO,1966)

 

    Obat dalam arti yang lebih spesifik setiap zat kimia selain makanan yang mempunyai pengaruh terhadap atau dapat menimbulkan efek pada organisme hidup

 

    Obat Esensial

adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak

 

    Obat Generik

adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya

 



    Obat Paten

adalah obat dengan nama yang merupakan milik produsen yang bersangkutan

 

    Obat Plasebo

adalah oabt buatan yang tidak mengandung zat berkhasiat atau obat yang tidak berkhasiat

 

    Obat tradisional

adalah obat yang berasal dari bahan-bahan tumbuhan, hewan maupun mineral dari alam secara murni, yang dibuat dan diolah secara sederhana berdasarkan turun temurun, dimana efek, dosis dan bentuknya sangat bervariasi dalam penggunaannya

 



 

 

PENGGOLOGAN OABAT

 

Golongan oabat adalah penggolongan yang dimaksud untuk meningkatkan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi nya,

terdiri dari:

 

Obat bebas

Obat dijual bebas, tersebar diapotik sampai diwarung, mempunyai logo berwarna Hijau

 

Obat Bebas Terbatas

Obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat dan harus ada tanda peringatan (P)

Dijual bebas mempunyai logo berwarna Biru

 

Obat Keras (Daftar G = Gevaarijk = berbahaya)

Obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter, mempunyai logo berwarna Merah

 

Obat Narkotika ( Daftar O = Opiat)

yaitu obat yang termasuk golongan narkotik dengan turunannya, psikotropik dan anastesi lokal maupun umum, untuk memperolehnya harus denagan resep dokter dan apotik wajib melaporkannya.

 




Asal obat

 

Obat diperoleh:

    Tumbuhan ……….………Kuinin

    Hewan ………………….. Insulin

    Mineral………………….. Koalin

    Mikroorganisme…………Penisilin

    Sintesa……………..........Sulfonamida

 

 



 

SEDIAAN OBAT


Obat dapat diberikan dengan berbagai macam cara :

    Jika dikaitkan dengan saluran cerna, maka:

1.Enteral

    cara pemberian obat melalui jalur saluran cerna atau saluran oral-gastrointestinal, dimulai dari mulut sampai poros usus (rektum)

   P.O

   Sublingual

   Rektal        

    

2. Parenteral

     Cara pemberian dengan menempatkan obat diluar saluran cerna, meliputi:

    Topikal

    Injeksi (intrsdermsl, subkutan, intramuskular, i.v. dsb.

    Inhalasi

       

Jika dikaitkan dengan sistem vaskuler, pemberian obat dapat diklasifikasikan menjadi:

1.    Intravaskuler

        menempatkan obat langsung kedalam aliran darah (mis: i.v.)


2.  Ekstra-vaskuler

        pemberian atau penempatan obat diluar atau tidak langsung ke sistem aliran darah (mis: p.o.,i.m.,)

 






Sediaan obat melalui oral

 

    Bentuk obat padat

     a.  Tablet

            - Tablet kempa,

            - Tablet kunyah

            - Tablet salut :

     salut gula,  salut film polimer, salut enteric, salut yang tahan terhadap asam lambung, salut yang hanya hancur di usus.

            - Tablet efervesen : dilarutkan dalam air       

 

     b. Kapsul

            - Kapsul gelatin keras : ada wadah dan tutup

            - Kapsul gelatin lunak : Buatan pabrik   

                                                            langsung

 

     c. Serbuk

            - serbuk terbagi : satu bungkus untuk satu dosis

            - serbuk tak terbagi : serbuk banyak seperti bedak

            - serbuk efervesen : dilarutkan dalam air

 

    Bentuk obat cair

     a. Larutan             : jika tidak disebut lain pelarut adalah air

     b. Sirup      : larutan obat dalam larutan  gula

     c. Emulsi   : campuran dua zat yang tidak saling campur ( tipe                            

o/w atau w/o)

     d. Suspensi oral : campuran obat padat                                                                    terbagi halus yang terdispersi  dalam medium cairan

 

Sediaan obat melalui parenteral

Wadah untuk larutan injeksi dapat berupa :

         ampul, 1ml, 2ml, 5ml, 10ml.

         Vial atau Flakon, tertutup karet atau alumunium

         Botol infus, 500ml.

Macam bentuk sediaan parenteral

         Berupa larutan dalam air

         Larutan dalam minyak

         Solutio petit (Mis: injeksi luminal)

         Suspensi obat padat dalam aqua

         Suspensi dalam minyak

         Emulsi

         Kristal steril yang dilarutkan dalam aqua steril

         Cairan invus intravena

         Cairan untuk diagnosa

Macam rute parenteral:

1. Injeksi intrakutan/intradermal:

        disuntikan sedikit ke dalam kulit

2. Injeksi subkutan/hipodermik :

        disuntikan dibawah kulit

3. Injeksi intramuskular :

        disuntikan kedalam otot

4. Injeksi intravena :

        disuntikan kedalam pembuluh vena

5. Injeksi intratekal/intraspinal/intradural :

        disuntikan kedalam sumsum tulang belakang

6. Injeksi intraperitonial:

     disuntikan kedalam perut, sudah jarang dilakukan

7. Injeksi peridural, ektradural, epidural:

     disuntikan ke lapisan penutup otak

8. Injeksi intrasisternal:

     disuntikan ke sumsum tulang belakang dasar otak

9. Injeksi intrakardial:

     disuntikan langsung ke dalam jantung

 


Penggunaan obat melaui inhalasi

Obat bentuk gas atau uap diabsorpsi sangat cepat melaui Hidung, Trachea,

Paru-paru, dan selaput lendir pada perjalanannya.

 

Cara lama: anestesi dituangkan pada kain kasa sebagai tutup hidung, uap yang ada diisap.

 

Cara medern : menggunakan tutup hidung dan dipasangkan ke mesin

Penggunaan obat melalui selaput lendir

         Tablet bukal

         Tablet sublingual

         Permen larut dalam mulut

         Tablet hipodermik

         Tablet implantasi

         Okulenta    : salap mata

         Larutan mata

         Suspensi hidung

*     Tetes hidung

*      Tetes telinga

*       Supositoria   : melalui dubur

*      Basila           : melalui saluran kencing

*      Tablet oval vagina

 

Penggunaan obat topical pada kulit

1.    Bentuk obat padat untuk penggunaan topikal adalah serbuk yang tujuannya menyerap lembab, mengurangi geseran antar dua lipatan kulit dan sebagai bahan pembawa obatnya.

2.    Bentuk obat cair untuk penggunan topical :

    sediaan basah seperti kompres, celupan dan  untuk mandi : larutan  Rivanol, larutan P.K             (Permanganas Kalicus) 

Lotion, digunakan untuk efek menyejukan, tidak digunakan pada luka berair

            Linimen, suatu larutan dalam alkohol atau minyak

3.  Bentuk obat semi/setengah padat pada penggunaan topical

            - salap, digunakan untuk kulit

            - krim, mengandung banyak air

            - pasta,

            - Jeli

4. Bentuk obat aerosol untuk penggunaan topical

            - Aerosol semprotan pembasah atau   permukaaan

            - Aerosol aliran semprotan

            - Aerosol busa

BAB III
KESIMPULAN


Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tanaman atau hewan yang dapat digunakan sebagai obat.
Farmakodinamika mempelajari efek obat dalam tubuh atau jaringan hidup atau memelajari pengeruh obat terhadap fisiologi tubuh.
Jadi, macam – macam jenis farmakologi.























DAFTAR PUSTAKA


Admin. (2009). Sariawan Bayi. (http//febryan.com/?p=38) diakses 22 Mei 2010
Pukul 17.30 WIB

Anurogo, Dito. (2008). Tips Praktis mengatasi Sariawan.
(http://www.pewartakabarindonesia.blogspot.com) di akses 21 juni 2010
Pukul 12.00 WIB

Effendi, Nasrul. (1998). Dasar-dasar Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC

                                                                                                      Nama : Hengki Ternando
                                                                                                      NIM     : 022001D10029

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar